RSS

Jumat, 28 Desember 2012

Obat Herbal


Istilah herbal biasanya dikaitkan dengan tumbuh-tumbuhan
yang tidak berkayu atau tanaman yang bersifat perdu. Dalam
dunia pengobatan, istilah herbal memiliki makna yang lebih luas,
yaitu segala jenis tumbuhan dan seluruh bagian-bagiannya yang
mengandung satu atau lebih bahan aktif yang dapat dipakai
sebagai obat (therapeutic). Misalnya Mengkudu Hutan (Morinda
citrifolia) yang mengandung Morindin, bahan aktif anti kanker;
Pegagan (Centela asiatica) yang mengandung Asiaticoside yang
berguna untuk masalah kulit dan meningkatkan IQ.

Mengapa Memilih Obat Herbal?
Selama ini banyak orang memilih untuk mengonsumsi obat
herbal karena menganggap bahwa obat herbal lebih aman
daripada obat sintesis. Selain itu, obat herbal minim efek samping
dan dari sisi kekayaan alam Indonesia, obat herbal sangat mudah
dicari. Sehingga jika dikonsumsi dalam jangka panjang tidak akan
menimbulkan komplikasi dalam tubuh.
Namun demikian, dalam perkembangannya sering dijumpai
ketidaktepatan peracikan obat herbal karena kesalahan informasi.
Juga adanya anggapan yang keliru terhadap obat herbal dan cara
penggunaannya, sehingga dalam beberapa kasus menimbulkan
efek samping.
Ada beberapa jenis tanaman obat yang memiliki khasiat
hampir serupa bahkan dinyatakan sama. Sebaliknya untuk
indikasi tertentu diperlukan beberapa jenis tanaman obat yang
memiliki efek farmakologis saling mendukung satu sama lain.
Walaupun demikian, karena sesuatu hal maka pada beberapa
kasus ditemukan penggunaan tanaman obat tunggal untuk tujuan
pengobatan tertentu. Hal ini akan berakibat fatal karena obat
herbal tersebut akan bereaksi negatif terhadap tubuh kita. Sebagai
contoh:
Daun Seledri/apium graviolens telah diteliti dan terbukti
mampu menurunkan tekanan darah, tetapi pada
penggunaannya harus berhati-hati karena pada dosis
berlebih (over dosis) dapat menurunkan tekanan darah
secara drastis sehingga jika penderita tidak tahan dapat
menyebabkan syok. Oleh karena itu dianjurkan agar jangan
mengonsumsi lebih dari satu gelas perasan seledri untuk
sekali minum.
Mentimun, takaran yang diperbolehkan tidak lebih dari 2
buah besar untuk sekali makan.
Gambir, untu menghentikan diare, tetapi penggunaan lebih
dari satu ibu jari bukan sekedar menghentikan diare bahkan
akan menimbulkan kesulitan buang air besar selama
berhari-hari.
Minyak jarak (Oleum recini) digunakan untuk mengobati
urus-urus, jika penggunaannya tidak terukur akan
menyebabkan iritasi saluran pencernaan.
Keji beling (Strobilantus crispus) digunakan untuk mengobati
batu ginjal, jika pemakaian melebihi 2 garam serbuk (sekali
minum) bisa menimbulkan iritasi saluran kemih.
Dalam pemeriksaan laboratorium pada beberapa pasien yang
mengonsumsi Keji Beling untuk mengobati batu ginjal dinyatakan
bahwa dalam urinnya ditemukannya adanya sel-sel darah merah
(dalam jumlah) melebihi batas normal. Hal ini sangat
dimungkinkan karena daun Keji Beling merupakan diuretik kuat
sehingga dapat menimbulkan iritasi pada saluran kemih.
Akan lebih tepat bagi mereka jika menggunakan daun Kumis
Kucing (Ortosiphon stamineus) yang efek diuretiknya lebih ringan
dan dikombinasikan dengan daun Tempuyung (Sonchus arvensis)
yang tidak mempunyai efek diuretik kuat tetapi dapat melarutkan
batu ginjal berkalsium.
Obat herbal yang berasal dari tanaman obat akan bermanfaat
jika digunakan dengan cara:
1. Ketepatan takaran/dosis,
2. Ketepatan waktu penggunaan,
3. Ketepatan cara penggunaan,
4. Ketepatan pemilihan bahan secara benar,
5. Ketepatan pemilihan tanaman obat atau ramuan obat herbal
untuk indikasi tertentu.
b. Kelebihan dan Kelemahan Obat Herbal
Tidak ada metode
pengobatan apa pun yang
sempurna tanpa adanya
kelemahan atau kekurangan.
Tetapi dengan sikap objektif;
memahami kekurangan suatu
metode pengobatan justru
merupakan langkah positif
terhadap perbaikan suatu
metode tersebut.
Dengan mengetahui kekurangan, diharapkan akan muncul upayaupaya
untuk mengantisipasi sehingga menjadi lebih baik.
Lain halnya jika kekurangan terus-menerus ditutupi, justru
akan membuat metode pengobatan tersebut tidak akan mengalami
perkembangan dan perbaikan. Sehingga ketika dijumpai suatu
masalah maka tidak akan bisa melakukan langkah antisipasi
untuk mengatasinya.
Metode yang berasal dari Negara-negara Barat banyak
mendominasi dunia medis. Hal ini disebabkan perkembangan
metode pengobatan banyak berasal dari ahli-ahli yang ada di
Negara tersebut. Sementara untuk metode pengobatan yang lain

masih dianggap kurang berkembang karena sedikitnya orang yang
tertarik mendalaminya atau sedikitnya orang yang berobat dengan
metode tersebut.
Seiring berkembangnya zaman, pemikiran-pemikiran yang
didasari ketidakpuasan atas metode pengobatan medis Barat
mulai muncul. Akibatnya metode alternative semakin berkembang
dan ikut menambah porsi peranannya dalam pengobatan. Rasa
tidak puas dari metode pengobatan medis Barat biasanya
disebabkan,
1. Adanya beberapa penyakit yang sama sekali tidak bisa
diobati dengan metode pengobatan medis. Hal inilah yang
membuat seseorang harus mencari metode alternative yang
diyakini bisa memberikan pengobatan.
2. Pada beberapa penyakit memerlukan biaya pengobatan yang
mahal sehingga hanya orang-orang tertentu yang bisa
memanfaatkannya.
3. Pada beberapa kasus pengobatan secara medis lebih rumit
dan memerlukan prosedur yang ketat–mungkin juga
birokrasi yang berbelit-belit sehingga kadang-kadang
membuat kelelahan sebelum tujuan pengobatan itu tercapai
dan pembengkalan biaya pengobatan.
4. Efek samping yang muncul relative lebih berbahaya sehingga
membutuhkan pengawasan yang lebih ketat.
5. Pada beberapa penyakit memerlukan cara-cara pengobatan
yang dianggap menakutkan, seperti operasi/pembedahan,
radiasi, kemoterapi dan lain-lain.
6. Karena metode ini berasal dari Negara-negara Barat maka
beberapa kelompok muslim ada yang kurang bisa
menerimanya.
Kelebihan medis dibanding dengan pengobatan alternatif
diantaranya adalah:
1. Saat ini merupakan metode pengobatan terhadap suatu
penyakit yang paling luas secukupnya.
2. Mempunyai efek terapi yang cepat sehingga sesuai untuk
mengobati penyakit-penyakit yang bersifat emergency (gawat
darurat).
3. Mempunyai berbagai macam teori-teori tentang kesehatan
yang paling banyak digunakan pada saat ini dan mudah
untuk disebarkan.
4. Mempunyai tempat pelayanan pengobatan yang luas dan
menjangkau sampai daerah-daerah sulit.
5. Mempunyai sistem pengajaran yang lebih fleksibel dan efektif
melalui berbagai lembaga pendidikan sehingga bisa mudah
disebarluaskan.
6. Menggunakan metode penelitian yang lebih rinci dan detail
terhadap suatu produk obat atau cara pengobatan secara
ilmiah sehingga bisa dipertanggungjawabkan.
7. Menggunakan izin resmi dari pemerintahan terkait praktek
pengobatannya sehingga lebih bisa dipertanggungjawabkan.
Beberapa kelebihan metode alternatif herbal dibanding metode
medis :
1. Relatif aman dari efek samping untuk dikonsumsi dalam
jangka waktu lama.
2. Sesuai untuk gangguan kesehatan terutama penyakit kronik
dan degeneratif seperti hipertensi, kencing manis, rematik,
asma, penyebaran sel-sel kanker, dan lain-lain.
3. Metode herbal menggunakan unsur-unsur obat yang lebih
alami sehingga diharapkan tubuh lebih mudah untuk
menerima dan bisa menolerirnya.
4. Bisa menyembuhkan beberapa penyakit tertentu yang tidak
bisa diobati dengan cara medis.
5. Mengandung motivasi psikis, keyakinan, kepasrahan yang
tinggi sehingga dapat meningkatkan semangat dalam berobat
untuk mencapai kesembuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar